Minat baca yang rendah

Posted by agung in Uncategorized

Apa yang menjadikan minat baca anak-anak di Indonesia benar-benar memperihatinkan?

Seharusnya pemerintah mengikuti jejak negara-negara lain yang menghilangkan pajak buku, baik itu pajak buku impor maupun pajak buku dalam negeri. Sehingga harga buku di Indonesia yang katanya paling mahal di dunia dapat ditekan semurah mungkin, dan dengan harga yang murah serta terjangkau bukan tidak mungkin minat baca akan tumbuh kembali.

Selain kendala harga yang selangit karena pajak, menurut gw pribadi minat baca anak-anak terkendala juga dengan tayangan-tayangan televisi yang waktunya tidak tepat dengan jam belajar anak. Televisi yang seharusnya menjadi jendela dunia bagi anak justru sekarang banyak menyuguhkan tampilan-tampilan yang vulgar, seronok dan tidak layak dikomsumsi oleh anak-anak. Setau gw dulu TPI itu Televisi Pendidikan Indonesia yang lumayan banyak menampilkan acara pendidikan walau tidak banyak, tetapi mengapa sekarang berubah haluan dengan lebih banyak menampilkan acara dangdut, sinetron ngga berisi dan acara anak-anak yang isinya tidak pas dengan tema anak-anak.


Saran gw pribadi :

  1. Buat perpustakaan yang memadai di setiap sekolah, dengan pustakawan yang qualified pula
  2. Hapuskan pajak terhadap buku
  3. Untuk Komisi Penyiaran Indonesia, berikan peringatan terhadap media tv yang membandel. Serta perbanyak kembali siaran-siaran bermuatan pendidikan.
  4. Internet gratis (murah), karena dijaman yang serba modern ini membaca bukan hanya dari buku saja… ya internet merupakan ribuan, jutaan bahkan trilyunan halaman yang menyediakan informasi tanpa dibatasi waktu yang kapan saja dimana saja dapat kita akses.
  5. Perpustakaan jemput bola (keliling) lebih diperbanyak

Ayo tingkatkan minat baca!

One Response to “Minat baca yang rendah”

  1. tambenk said:

    May 31, 08 at 1:59 pm

    kangen sama jaman SD dulu tiap senin nunggu bis perling….ehehehehehe….


Leave a Reply